Sahabat, Patner Atau Mengalah Untuk Hidup Baru



Hidup di dunia ini gak mungkin kita bias hidup sendiri tanpa adabantuan dari orang lain, dan dengan yang namanya kebersamaan kita pasti bias jalani hidup dengan lebih mudah dan indah pastinya. Begitu juga dengan yang namanya sebuah persahabatan, gak mungkin kita jalani persahabatan dengan seorang diri? Pastinya punya yang namanya orang lain sebagai sahabat. Tapi apa boleh di kata jika sebuah persahabatan yang udah lama bubar karna sesuatu yang tak pernah aku mengerti.

Udah beberapa hari ini aku di diamkan mestipun aku bertanya salah seorang sahabatku ini, hanya menjawab dengan seadanya dan sangat sederhana “ eh lagi pada kemana? “ hingga kadang sampai 3 kali baru di jawab dengan wajah yang sama sekali gak enak. Kejadian ini sudah berlangsung lama. Aku hanya diam dan mencoba untuk sabar. Padahal kalau menurut aku, aku lah salah satu dari semua sahabatnya yang tak pernah memarahi dan membuat sesuatu yang sangat aneh, tapi mugkin karna rasa yang tak suka yang membuat semua seperti ini. Aku kira ini bawaan sejak lahir atau salahsatu temanku bilang ini adalah watak.. kalau toh ini watak Sumpah aku sakit hati banget selama ini.

Kalau dia bahagia kita harus mengikutinya bahagia mesti kita sedih, kalau kita yang bahagia kita harus menuruti dia yang sedang sedih. Itukah sahabat?....

Tapi mungkin semua cerita yang aku tulis ini salah dan semoga aja memang aku yang salah, kalau toh benar aku sudah memutuskan untuk keluar dari kebersamaan kita jadi patner kerja. Bukan memutuskan untuk putus persahabatan. Karna mungkin adanya akulah yang membuat semua tidak nyaman.. dan terhambatnya semua pekerjaan, Mungkin karna aku pemalas dan gak bias apa-apa? Inilah bukti persahabatanku aku akan keluar untuk mempertahankan persahabatan karna semuanya lebih baik aku yang pergi dari pada akan hancur semua karna hati yang sudah tidak cocok selamanya akan terganjal.
*maaf