Curhatan sebelum Lebaran



Malam ini aku benar-benar merasakan kangen yang begitu dalam sedalam samudra yang tak pernah aku tau dalamnya seperti apa , maklum bagaimana aku bisa mengetahui dalamnya samudra renang aja aku gak bisa. Bualan suci Rhamadan sebentar lagi akan berahir. Dan yang pasti kamar yang sempit ini makin sepi karna semua teman sudah mualai pulang mudik.
 
Tinggal beberapa anak saja yang bernasib sama sepertiku, yaitu rumah yang jauh atau uang yang tak kunjung datang untuk pulang jadi seperti inilah. Hanya berteman dengan sepi sambil mendengarkan musik, atau menulis dairi yang melo abis kayak yang tian tulis saat ini.

Mungkin hari ini hari yang paling membuatku Kangen berat sama orang tua di rumah, bahakan jadi mudah tersinggung dengan omongan orang yang mungkin niatnya bercanda.. sori broWW maaf lagi GALAU kangen abisss jadi mudah marah, kalau seumpama aku seorang cewek mungkin bisa di bilang aku lagi dapet mungkin ya ? ....
Tapi yang namanya hidup ini butuh proses pendewasaan, aku anggap aja ini sebagai proses pendewasaan tau mungkin proses aku dari anak muda menjadi anak muda ke-atas dikit sebelum di katakan sebagai orang tua hehehe..

Tapi sukur aja Bulan puasa kali ini aku menemukan bidadari dari pucuk menara. Yahhh mungkin itu yang bisa aku katakan karna aku menemukannya melalui seluler dan dia selalu saja duduk di tangga menara demi melepas rasa kangen hehe. Udahlah kok malah jadi ngelantur yang pasti lebaran yang akan tiba beberapa hari lagi akan menjadi lebaran ke-7 aku tanpa bisa berkumpul dengan orang tua. * semangat aja “ yang penting do’a dan biaya hidup “ hehehehe Tanpa do’a dari orang tua kita akan sulit hidup dengan nyaman, tapi tanpa biaya juga akan lebih sulit lagi kawan, gimana makannya coba? Hehehe