FIkiran Bersama Angin Malam

Aku takkan pernah tau apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, oleh sebab itulah kadang prasangka buruk selalu saja membayangiku. yah seperti apa yang akan aku lakukan setelah selesai kuliah dan apa yang aku perbuat apakah masih bisa di ampuni oleh Tuhan. kadang aku membayangkan bahwa besarnya dosaku, terlalu banyak sudah aku melanggar apa yang telah di tetapkan oleh Tuhan bahwa itu adalah sebuah larangan, tapi aku tetap melakukan larangan itu dan mesti aku tau bahwa apa yang aku lakukan itu salah, mungkin bukan hanya aku tapi semua manusia juga pernah merasakan hal serupa dengan aku. Optimis dan takkan mengulangi mungkin itu kunci yang hebat yang akan membuat Tuhan memberikan Pintu ampunan-Nya.

Yah kalau mikir masa depan terkadang antara yakin dan tidak yakin akan masa depan yang akan aku hadapi maklum saja aku manusia biasa yang tak lepas dari pikiran buruk dan jeleknya prasangka kepada masa depan yang sama sekali aku tak pernah tau apa yang sebenarnya akan terjadi di Hari itu.

Begitu juga dengan Cinta dan pasangan hidup, kadang yang kita khayalkan lepas begitu saja, dan yang tak kita harapkan ternyata datang menjemput kita dan itulah cinta yang sebenarnya untuk kita, kita selalu saja berusaha untuk bisa hidup dengan damai dan nyaman serta umur panjang. namun apa adaya umur kita tak pernah ada yang tau sampai kapan kita tetap bisa melangkah menyusuri jalan setapak ini. dan lagi lagi kawan itulah hidup seperti teka teki yang sulit di coretkan oleh tinta jawabannya.

cantik, tampan dan sehat tinggi dan sexy, mungkin itu dambaan buat fisik kita semua namun tak semua yang memiliki itu bisa bahagia pasti yang namanya manusia ada kekurangannya dan ada kelenihannya di balik jeruji yang menyimpan sejuta makna. kadang kita ingin bisa terbang seperti burung, kadang kita ingin bisa lompat hebat seperti tupai, kadang kita ingin bisa hebat dan di takuti seperti singa, dan itulah sebuah keserakahan yang memang manusia miliki seperti binatang, taklepas aku juga yang kadang ingin merasakan Tamak dan rakus seperti hewan, tapi dunia ini adalah hukum yang berjalan bersama detik dan aturannya memiliki ruang bersama hembusan nafas,