Kau Ambil Selimut Dari Musuhku




Datang tak di jemput dan pulang tak di antar itulah kamu yang selalu saja menaklukan setiap detik yang aku lewati. Entah dari mana datangnya dan darimana asalanya, kamu tiba tiba adala di hidupku dan membuatku harus menemukan cahaya setelah gelap menyelimuti, membuka selimut yang di pakai oleh musuhku.

Dan lagi-lagi kau benar benar ada dalam hidupku yang aku kira ini hanya ada di sebuah sinetron atau dongeng yang banyak aku baca di buku bahasa Indonesia dulu. Benar saja dia datang dengan senyuman yang tak pernah aku tau maksudnya dan senyuman yang benar-benar membuat aku harus menatapmu begitu dalam untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dalam hidupku dan apa yang sebenarnya terjadi dalam perjalananku yang penuh duri.

Mentari berlalu dan berganti dengan senja yang akan mengawali gelap di hidupmu, namun lagi - lagi aku menemukan keindahanmu terselit dia anatara bulan dan bintang yang aku kira tak akan datang di malamku setelah selimut yang kau ambil dari tubuh musuhnku. Kabut tipispun perlahan menghilang saat cahayamu datang dengan munculnya cahaya pagi bersama mentari di kemudian hari setelah kau ambil selimut dari musuhku.

Aku kira dunia ini sepi ternyata setelah kau ambil selimut dari musuhku dunia ini penuh dengan kicauan burung yang makin membuat aku harus bilang “ kamulah sesuatu yang ternilai harganya”. Dan aku juga mengira dunia ini hanya seluas daun kelor namun setelah kau ambil selimut dari musuhku lagi-lagi aku sadar bahwa dunia ini seluas saat aku berada di tengah laut dan memandang luas tak terbatas.

“terimakasih buat kamu yang telah mengambil selimut dari musuhku”


#BidadariKecilku, 
#WanitaDitanggaMenara 
#PelangiSebelumSenja
 #Oyob #Kondusif 
#CintaKhayalan
 #WanitaPelupukMata