Posting Yang Ke 200-Ku : Secangkir Kopi Hitam

.
image from : coffeepaste.wordpress.com
Buat postinganku yang ke-200 ini,,,... ada  banyak cerita dari awal akungeblog sampai postingan ini, buat yang udah pada baca mungkin ngerasa postingannya kk nambah hari nambah beda.. darinya yang awalnya humor sekarang jadi galau terus... yang pasti bukan karna apa-apa melainkan karna memang semua yang Tulisan yang ada di sini tu sesuai dengan hati Tian. kalau mang lag galau ya galau aja.. kalau lagi seneng ya seneng aja , gak ada yang di buat-buat. 

kadang hidup ini indah kadang juga hidup ini kita merasakan resah tapi yang pasti apapun itu, itulah yang benar-benar aku rasakan, keindahan hidup bukan hanya terletak pada nyamannya saja, tapi justru ketidaknyamanannya itulah kadang memberikan warna yang beda dan membuat hidup semakin tak terbendung wana-warninya.

Di postingan yang ke-200 ini aku benar-benar mencari inpirasi dari apa yang aku rasakan saat ini, sampai-sampai hari ini yang kuliahnya Full aku gak berangkat hanya nongkrong di coffe paste dengan segelas coofe original dan nasgor telurnya yang pedas di mulut, bukan dunia bligger membutakannu, tapi aku yang buta kalau ternyata dunia ini benar-benar nyaman dengan secangkir kopi hitam.

sendirian di teras coofe paste, yang benar-benar mencuri hatiku buat selalu duduk sendiri tanpa alasan dan termenung seperti orang yang baru saja putus cinta, atau galau lainnya.. tapi disitulah aku mencari kedamaian yang tak pernah aku temukan bahkan di puncak gunung yang pernah aku daki.. ternyata memang selama ini aku tak pernah menyadari bahwa secangkir kopi hitamlah yang mampu memberikan kedamaian yang pastinya tak lepas dari perantara Tuhan.

200 telah berlalu dan pastinya ada cerita yang harus aku lupakan namun bukan melupakan ceritanya tapi melupakan keburukannya dan mengambil apa yang baiknya, kopi hitam adalah inspirasi, kopi hitam juga yang telah membawa beberapa bait dalam tulisanku ini. terimakasih buat teras coffee paste yang selalu memberikan kenyamanan saat aku duduk kesepian.

0 komentar: