Akulah Lelaki Tangguh

Tak terasa tujuh tahun aku duduk dan tidur di karpet yang setiap tahunnya semakin lusuh saja dan setiap apa yang aku lakukanpun setip harinya selalu berubah, dari angka tujuh hanya 35 hari aku bias melihat orang tuaku dan dari angka tujuh pula aku melakkan banyak hal yang mungkin tak pernah aku sadari sebelumnya sewaktu melangah melawati agka tujuh tersebut.

Tau gak sobat aku di lahrkan oleh orang  tuaku hanya mempunyai satu saudara yaitu abang aku dan kami selalu melancong, kalau kata orang mungkin kami mencari ilmu seperti itulah kira-kira hidup aku dan abangku sedangkan orang tuaku harus merelakan anaknya jauh darinya, kenapa karna kami adalah laki-laki dan bukan seorang pengecut yang hanya diam dan tidur bersama orang tua, munkin orang tuaku dan aku harus merelakan rasa rindu menemani setiap harinya di siksa oleh rasa rindu dan itulah yang membuat kami tetap teguh dalam kondisi apapun karna memang aku di lahran juga dari keluarga yang berjuang untuk hidup dengan keras.

Dari Ujung Indonesia aku menuju pulau jawa, pulau dimana aku di lahirkan dan aku hadir untuk mennggalkan orang tuaku yang  tercinta, bukan karna orang tuaku tak saying tapi karna menreka memang sangat saying ingin anaknya benar-benar adalah seorang lelaki yang tak takut suatu saat pisah dengan orang tua, toh karna memang sekrangpun sudah jauh dan memang akulah seorang pejantan tangguh buat kedua orang tuaku, sedangkan abangku sudah mengakhiri pejantan tangguhnya untuk membentuk seorang yang tangguh yang sekarang memang sudah terlahr sosok lelaki kecil yang nantinya pasti aku yakin lebih tangguh dari ayahnya.

Dunia ini tak seindah yang di bayangkan… itu memang iyadan semua yang terjadi memang semua bias di lalui dengan jiwa yang beda dengan anak-anak yang memang hanya berdiam diri dirumah, tadi aku sepat mendengarkan dosenku yang bicara, kalau seorang anak di biarkan melakukan sesuatunya dengan sendirinya dan orang tua hanya mengawasinya maka anak tersebut akan menjadi anak yang tangguh dan bukan seorang pengecut yang terlahir untuk merusak Negri yang karna kecemenannya.

Seorang pemimpin yang jantanpun harus bias bertindak dengan jantan bukan hanya karna kelaminnya yang jantan saja tetapi kelakuannya yang harusnya jantan dengan kepusan yang berani diambil. Aku ingin jadi orang yang berani mengambil keputusan tanpa ada sisi orang lain yang akan yang menyetirku karna memang inilah hidupku, bukan au sombong atau angkuh tapi yang pasti aku hidup dalam bangku sekolah sampai dengan bangu kuliah tanpa campur tangan dari kedua orang tua, yang seperti orang lain rasakan karna memang inilah dunia yang akan aku jalani bukan dunia orang tuaku, mereka hanya wajib memberikan arahan dan saran saja tapi setiap jalan  aku yang menentukan yang terpenting tidak berbelok dari apa yang semestinya di  dunia ini.


0 komentar: