Bidadari Kecilku Yang beranjak Dewasa

Tiba-tiba pagi, tiba-tiba malam terus seperti itu, ternyata waktu begitu cepatnya berlalu dari semula aku hanya bisa menangis dan tertawa sampai sekarang aku bisa sedih, marah, kengen dan pastinya memiliki kenangan, dan gak semua kenangan itu indah, gak semua kenangan itu bisa teringat sepanjang masa, dan untuk mengingatnya aku akan menuliskannya, kalau suatu saat aku pikun aku akan membacanya untuk mengingat semua yang telah terjadi.

Gak semua bidadari Turun dari surga, tapi ada juga bidadari-bidadari kecil yang turun dari tangga, bidadari kecil yang sekarang sudah beranjak dewasa pastinya, entah kenapa dan entah apa yang aku fikirkan. mungkin sebuah kenangan memang sangat mudah terlupakan tapi buat bidadari-bidadari kecil ini selalu saja melekat dalam sebauh bayangan. mungkin karna seringnya, saat aku keluar dari pintu di sambut dengan panggilan yang memang khas dari bidadari-bidadari kecil yang turun dari tangga (bukan bidadari nya koboy junior yang turun dari surga).

Bisa dibilang merekalah terahir bidadari kecil yang membuat kesan tak terlupan sepanjang sejarah di hidupku, dan takkan pernah aku lupakan, karna kalau toh aku lupa pasti aku akan membacanya kembali tulisan ini * kalau ingat hehehehe

Sebuah keceriaan yang tak pernah aku dapatkan selama aku hidup, bidadari kecil adalah sosok yang meng hibur dengan tingkahnya, bidadari kecil adalah sosok yang seakan punya sayap, saat aku jatuh dialah yang menolong sebelum aku sampai darat dan terbentur batu, merekalah yang memebawaku kembali terbang keawan, merekalah yang membawaku terbang sampai saat ini di dunia khayal, merekalah yang memawaku teringat kembali tangga di depan sana saat aku membuka mata dan bangun tidur kesiangan, bidadari kecil, sehatkah kau disana?... bidadari kecil melupakanmu adalah sebuah khayal yang tak pernah aku fikirkan sama sekali.

Sosok yang dulunya penuh dengan tawa kekanak-kanakan sekarang seperti berubah menjadi lebih malu, wajarlah semau itu terjadi karna usiapun semakin bertambah dan haripun berlalu, bahkan jarumjampun berputar dengan arah yang sama tapi di lain wakti yang berbeda dengan energi yang berbeda pula pastinya.

Sadar atau tidak sadar, semua ini mungkin karna memang aku tak pernah menemukan dan tak pernah mempunyai sosok seorang bidadari kecil dari rahim yang melahirkanku, ibarat kata kalianlah sosok yang di ciptakan Tuhan untuk menjadi obat bius saat aku benar-benar sakit waktu itu. sosok yang selalu ceria mesti tak punya uang heheheh ( kayaknya gitu kalau gak salah ) 
jujur kalian telah mengisi lubuk hatiku yang gak pernah aku rasakan saat kalian masih bersama tapi setelah semuanya terpisah terasa benar bahwa kalian adalah bidadari yang memang turun dari tangga dengan teriakan yang khas, selalu terngiang di telingaku.
sampai saat inipun aku selalu berharap ada yang memanggilku saat aku telat bangun tidur dan mandi dengan membawa ember, eh gak mandi juga cucimuka kadang-kadang kalau sempet ya mandi. kuliat tangga di sebrang sana saat ini terasa kosong tak ada satu bulu sayap bidadaripun yang terbang menghampiriku seperti tahun lalu, dan tak ada lagi senja di bantaran sampul buku yang nampak kusam lagi.

Dan Surat Untuk Bidadari Kecilkupun Takkan pernah habis

1 komentar:

  1. walau bidadari kecil tak turun dari surga..dan hanya turun dari tangga, semoga kelak mereka bisa menjadi bidadari yang naik ke surga-NYA.... salam :-)

    BalasHapus