Ceritaku 9 tahun Lalu saat Tsunami Aceh

Image from Google
[ Jagong Jeget, Aceh Tengah " tempat dimana aku merasakan Guncangan Itu ]

Gak terasa udah sembilan tahun Tsunami yang ada di aceh berlalu, dan gak terasa juga sudah sembilan tahun dari peristiwa itu pula aku masih bisa bernafas. munkin bisa di katakan telat nulis postingan ini karna memang gak tepat tanggal 26 Desember 2013, maklumlah namanya orang juga punya kesibukan masing-masing ya jadi gini telat-telat dikit.

9 tahun telah berlalu tapi Aku punya beberapa cerita konyol di tengah cerita haru yang menimpa masyarakat Aceh, termasuk temanku yang sedang berlibur di Banda Aceh dan sampai sekarang juga aku tak lagi bisa melihat sosoknya lagi, tapi do'aku slalu ada buatmu kawan.

Tepatnya saat itu Masih kelas satu SMP yang berada di Jagong jeget Aceh Tengah, tempat dimana aku sekolah kara memang di kampung halamanku belum ada SMP dan aku juga harus melanjutkan sekolah untuk diriku pastinya dan buat Negara tercinta ini jika aku memang berguna. Memang di tempat aku sekolah dan di kabupaten Aceh tengah adalah salah satu Kabupaten dari sekian banyak wilayah yang tak terjamah Air laut Tsunami, karna memang berada di dataran tinggi alias pegunungan, Namun guncangan dahsyat dari Tsunami tak lepas kami rasakan juga dan membuat hidup serasa di ujung perjalanan.

                                                        *** 

Namanya juga anak-anak, yang namanya terkena Guncangan kadang tidak semua takut bahkan ada saat orang-orang tua di sekeliling sedang merasakan takut yang tak bisa di bayangkan kecuali memang merasakannya sendiri, banyak orang keluar dari rumah dan Bertakbir " Allahuakbar " berulang kali, tapi banyak anak-anak kecil dengan cerianya berlarian, padahal pada waktu itu bumi seakan roboh, tidur saja terguling apalagi untuk berlari sangat susah, namun anak-anak kecil dengan wajah tulusnya dan lugunya meneriakan " enak-enak " berulang kali, mungkin karna kurang ayunan kali ya hehehehe.

terus yang bisa di ambil hikmahnya dari sifat anak-anak itu apa? pastinya semua yang terjadi di dunia ini kalau kita mencermati penuh dengan hikmah jika kita mau berfikir, ini cuma pemikiranku saja bisa benar dan juga bisa salah. kenapa anak-anak seakan tidak takut malah sebagian ada yang kurang saat guncangan itu selesai, itu karna anak-anak tqak memikirkan Dosa yang telah di perbuat, karna memang anak-anak kecil belum terjamah oleh dosa makanya kalaupun mati dia tak takut bagaimana siksa yang akan di timpa, itu tak terfikirkan anak-anak. sedangkan orang tua, banyak berfikir takutnya mati karna memang banyak kesalahan yang terlintas saat guncangan datang dan saat itu pula terasa bahwa hidup akan berakhir.

Tak lepas aku juga merasakan takut yang lumayan berat dan ada rasa biasa juga saat itu, mungkin karna 9 tahun yang lalu aku masih berposisi antara anak-anak dan menuju dewasa.

sedikit cerita konyolku di mulai saat aku dan teman Kosku yang namanya Yana ( bukan seorang cewek walaupun namanya kayak cewek ) dan Eko ( tapi gak pake patrio ).
pagi itu kebetulan hari minggu, seperti biasa, aktifitas anak kos dan masih terbilang anak-anak juga, pastinya ingin melakukan sesuatu yaitu Mancinglah dari pada nganggur.

kami bertiga satu kos jadi gampang untukpergi, gak perlu banyak rencana tinggal kalau sepakat langsung berangkat aja, dan itu yang terjadi saat itu, berangkat jalan kaki. lanjut cerita kita mampir di warung dan membeli beberapa makanan ringan yang tidak akan aku sebutkan mereknya apa, tapi kalau gak salah kacang atom garuda, warung atau yang biasa kalau orang aceh bilang dengan nama kedai, yang kami beli tepat berada di pertigaan, jadi lumayan ramai orang orang di sekeliling karna posisinya dekat dengan pasar.

Setelah beberapa detik keluar dari kedai itu, terasalah goncangan yang belum begitu besar, aku melihat Tiang Listrik bergoyang.

" Nak lihat tu tiang listrik bergoyang " sapaku pada salah satu temanku yang bernama yana tadi.
dan belum sempat dia menjawab Guncangan semakin membesar dan membuat seakan aku dan ketiga temanku yang merayap di jalan di ombang ambingkan oleh bumi, namun di saat itu juga terjadi sebuah percakapan. pada saat orang-orang tua menangis dan ketakutan terjadi percakapan di antara kita di sela-sela Goncangan Tsunami itu.

Yana mengeluarkan sebuah roti dari sakunya " An " tanya yana padaku
"apa " jawabku dengan wajah yang menunjukkan 30% lagi akan tumpah air mata karna takut sedangkan temanku yang bernama Eko hanya terdiam di sudut jalan, memisahkan diri dari aku dan yana yang posisinya ada di tengah Aspal dan tak ada satupun kendaraan yang berani meluncur. jadi jalannya aman.

"An aku barusan ngambil roti di warung " ungkapnya dengan wajah yang juga tinggal 30 %, kemudian dia melanjutkan ucapannya " wah kalau kiamat aku bisa masuk neraka " lagi ungkapnya di tengah-tengah takutku yang tinggal 20% lagi nangis.

" mana ada kiamat hari minggu " jawabku.. karna waktu itu setahuku kiamat harinya Jum'at, ya gak tau semua sie itu urusan Tuhan mau hari apa aja terserah Tuhan.
"Wah gimana nie ?  " tanya Yana kembali padaku, masih dengan wajah yang terlihat sangat takut dan masih dalam alunan Guncangan Tsunami
" ya kembaliin " jawabku 
"Ya kalau aku belum mati " jawabnya sembari sudah menagis karna takut masuk neraka gara-gara roti yang waktu itu harganya kalau gak salah Rp.500,. 

setelah  percakapan itulah akhirnya seakan plooooooong karna Gempa terhenti, dan dengan seketika Yana langsung lari menuju kedai yang tepat berada di depannya .

" Bu ini tadi Aku ngambil roti " sambil menyodorkan roti itu dan kembali berkata " Aku minta maaf ya bu?.."
dan ibu ibu yang ada di kedai malah memberikan 3 roti lagi sambil berkata " jangan di ulang lagi ya " mungkin karna ibu2 itu juga sedang takut,.

Singkat cerita kenapa anak kecil aja berani mengungkapkan kesalahannya karna takut semua ada balasannya, nah kenapa KORUPTOR gak takut neraka dan kematian " Ah jadi curiga kalau meraka gak percaya Tuhan " cuma pikiran gilaku aja sich.


Buat saudara-saudaraku yang telah mendahului yang masih hidup, Do'a kami selalu buat Kalian , dan dengan ketiadaan kadang orang jadi berfikir untuk takut dengan yang terjadi dan menjadikan sadar, namun ada pula yang malah tambah gila, 
dan buat yang masih hidup termasuk juga aku
" jangan pikir bahwa Tuhan marah dengan yang di kenai musibah, tapi mungkin karna Tuahn sayang dan mengambilnya dari dunia yang telah seperti ini adanya, serta memberikan contoh buat kita-kita semua yang masih hidup untuk tetap sadar diri "

Bukan Gak mungkin Sesuatu yang sama menimpamu ? ( aku gak mendo'akan cuma kalau iya, kita tanya sama hati nurani kita " apa yang akan kita bawa menghadap Tuhan " )



1 komentar:

  1. pelajarannya...pas dapat musibah baru ingat hidup mati, dosa dan pahala..

    BalasHapus