Kopi Hitam di Sebrang Jalan dan pelangipun suram



Jalan makin gelap saja karana memang saat ini baru saja berhenti si hujan yang baru mengguyur bumi ini,
pelangipun tampak dengan sendirinya tanpa ada yang menyuruhnya, entah kenapa dia turun di saat gelap seperti ini?..
tak ada pasang mata yang mampu menyapanya karna memang si kabut tebal menutupi keindahannya dengan seuasana yang baru, dengan dinginnya yang terhitung oleh tulang bagian dalam .

" hei kabut kenapa kau menutupiku ?" tanya pelangi dengan sangat murung karna keindahannya tertutupi..
" aku sengaja menutupimu saat ini " jawab si kabut, entah kenapa padahal mereka sama sekali tidak saling kenal tapi si kabut menunjukkan wajah yang sangat garang seakan si pelangi telah membuat kesalahan besar pada si kabut.

si pelangipun marah namun heran kenapa si kabut begitu marah dalam hatinya dia bertanya " apa salahku perasaan kita tak saling kenal "

Hujanpun kembali menyapa menghilangkan pelangi dan kabut di sore itu..namun setelah hujan reda si pelangi ingin menunjukkan keindahannya, eh ternyata si kabut kembali membuatnya geram dan marah.

" hei kabut, sebenarnya apa yang kamu inginkan ?" tanya pelangi dengan wajah yang menunjukkan marah dan sama sekali tak ada keindahan lagi di warna hidupnya.

dan dengan santainya si kabut menjawab " pelangi asal kamu tau.. semua orang menyapamu dengan keindahan setelah turun hujan, tapi apa ?... aku ini setiap orang mencerca saat hujan reda bila akau menyapa dunia ini, semua orang berkata ah kabut datang menyebalkan dingin lagi "

akhirnya si pelangi sadar dan dengan bijaknya di berkata " semua memiliki keindahan masing masing, dan keindahannmu terletak pada kopi di sebrang jalan itu kabut"

serentak hati sikabutpun mencair dan pelagipun muncul kembali.

0 komentar: