1 Januari di Negri Kopi









Dataran tinggi Gayo ( Aceh Tengah ) adalah salah satu daerah penghasil kopi terbersar di Indonesia. Karna memang  Indonesia adalah penghasil kopi ke tiga setelah Brazil dan Vietnam (Detik.com). dan akupun bersyukut bisa hidup di tengah-tengah ramainya si hitam pekat peneman ngobrol dan santai itu.

Bahkan 1 Januari di Negri kopipun sama halnya dengan 31 Desember bagi Orang-orang di kampung halamanku ( Meurah Jernang, Aceh Tengah ) masih memakai sarung di pagi hari karna udara dingin, atau Api-api ( bergerumun di depan dapur api ) bersama keluarga untuk menghangatkan badan dan pakaian yang akan di gunakan untuk melawan dinginnya kabut di Negri kopi.

Tak ada yang istimewa 1 Januari di Negri kopi, keculai saat Musim kopi tiba dan langkah-langkah kecil menuju ladang bersama kabut yang tebal yang menutupi pandagan mata. Bagi kami Orang-orang yang tinggal di Negri kopi, yang istimewa itu bukan 1 Januari meliankan saat pemerintah memperhatikan harga kopi yang tak stabil, karna itulah satu satunya kehidupan kami dan nyawa dari hidup kami ("Kapan Ya ?").

Impor kopi di Indonesia kini makin marak, contoh kecilnya saja kopi Thailand dan yang lainnya yang sering saya Jumpai di Jawa saat ini, sedangkan kopi-kopi kita seakan kalah kualitas, padahal kopi Arabika datran tinggi Gayo merupakan Kopi ternikmat di dunia, Juga kopi-kopi lain di wilayah Indonesia. apa lagi dengan kopi luak yang namanya sudah mendunia, tapi kenapa masih ada kopi-kopi dari Negri tetangga yang masuk di Indonesia. Toh Indonesia juga penghasil kopi terbesar No 3 ?, banyaknya Import itulah yang merusak harga kopi di Indonesia ( "fikirku entah benar atau tidak ?" ).
negara lain seperti Jerman dan AS juga banyak meminum si hitam pekat dari Indonesia kenapa kita masih kurang percaya dengan apa yang kita punya.

Negara berkembang yang penuh gengsi itu adalah kita. yang sulit untuk menggunakan produk dalam Negri bahkan bangga dengan produk orang lain " membanggakan ya diri sendiri, masak orang lain ?" harusnya kita malu membanggakan yang bukan milik kita.

Sebenarnya bukan hanya dunia Kopi saja, tapi dunia Pertanian dan peternakan juga seakan semua di politikki untuk kepentingan pribadi, apa yang ada di Indonesia ini di sia-siakan, yang membuat petani harus jatuh bangun saat panen tiba karna harga yang begitu rendah, malah dengan asiknya meng Impor barang dari Negri tetangga. wah sungguh gila. " kalau kita punya kenapa harus minta sama ornag lain ?" , selama kita tidak menghormati apa yang kita punya , kepunyaan kitapun takkan pernah menghormati kita juga. camkan itu.

Semoga tahun 2014 ini kita akan mendapatkan pemimpin yang berani membela orang-orang kecil semacam saya dan  masih banyak yang lainnya. bukan pemimpin yang hanya ingin mencari sesuatu untuk dirinya dan keluarganya saja.  pastinya semua berawal dari diri sendiri, sebaik-baiknya pemimpin kalau warganya tak berubah ya sama saja, maka dari itu kita mulailah 1 Januari ini dengan berubah menjadi lebih baik dan banyak belajar dari kegagalan Tahun 2013, apa yang belum di capai di tahun 2013 dan tahun sebelumya semoga bisa tercapai tahun 2014 dan semakin baik di tahun berikutnya.

Waduh malah jadi ngamuk gini si nulisnya ? hehehehehhe :) 
wah udah dulu ah nulisnya takut malah gak bisa di Upload, Udah emosi ini nanti bisa banting Laptopnya heheheh :)

Semoga bermanfaat aja postingan Awal Tahun ini ... Aminnnnnnnnnn

2 komentar:

  1. Nice post :) Belum pernah ke Gayo, jadi penasaran sama Kopi Gayo...so far favoritku masih Kopi Toraja hehe...

    BalasHapus
  2. ya mas ntar bisa coba aja mas..
    saya melah belum pernah ke Toraja

    BalasHapus