Suha


Indahnya hidup saat kamu dan hari-harimu di temani secangkir kopi hitam. Mata yang akan terpejampun membatalkan untuk lelah dan kembali menatap dunia ini. Tidak semua orang bisa nyaman menjalani hidup ini dan juga tak semua orang bisa senyum di balik pekatnya kopi hitam.

                                                          ****

kabut asap menutupi ruangan sempit, sunyi namun penuh arti yang tak ada satu katapun bisa menggantikannya, semua orang bisa berfikir makna hidupnya masing-masing. Namun untuk sampai di titik mengerti, orang mencari-cari sampai dengan cara yang tak bisa di mengerti dan itupun belum tentu bisa menemukan jati dirinya yang sesungguhnya. malah terkadang sesuatu yang tak di sangka dan selalu saja muncul di sekitar kita justru itulah yang bisa membuat kita mengerti dengan jati diri kita yang sesungguhnya, maka kamu harus bersahabat dengan lingkungan di sekitar kamu dan dengan alam yang ada di sekeliling kamu.

" Hai sunyi ?"  
berulang kali aku harus berurusan denganmu, aku harus berjalan di telapak kakimu untuk menentukan bahwa terkadang dunia ini milikmu "Sunyi " . Aku tak tau kenapa kau datang begitu nyamannya untuk menghilangkan kenyamananku.

"Hai sunyi " 
kembali lagi aku harus menyapamu kali ini, dunia ini memang sempit sunyi tapi untuk mencari gajah di depan mata sulit sekali dari pada mencari jarum di ujung samudra.

Dunia ini terasa sempit sekali saat suasana hati tak seperti yang di inginkan, saat suasana hati bertanya sesuatu yang kaupun tak tau jawabannya. sejauh mata memandang dan sejauh langkah kaki bertapak di atas bumi, saat suasana hati tak lagi memutih maka tembok seakan berada di depan matamu, dan lingkaran ada di telapakmu.

" Hai Bulan " 
kenapa kau tak takut dengan gelapnya malam ?
sedangkan di siang haripun aku takut dengan diriku sendiri, apa lagi saat aku memandang wajahku di depan cermin seperti macan yang akan menelanku sendiri, saat aku memandang senyuman yang terlihat hanya sandiwara .


0 komentar: