Persahabatan Kardus Busuk



"Kardus itu busuk sekali kawan, kardus itu begitu busuk sekali, apakah kau tak memandang kebusukan itu ?"
tanyaku yang hanya berani mengutarakan lewat hati yang berdebat sendiri. pakaian-pakaian kotor di antara busuknya kardus dan buku-buku yang semakin meleleh dan juga ikut membusuk bersama kardus-kardus itu dan selalu menemani setiap mimpi di malamku.

Puntung rokok berserakan dimana-mana, sampah koran sisa nasi bungkus ada di sekeliling, kabel-kabel komputerpun ikut meramaikan kebusukan kardus-kardus ini, bahkan canda tawa tertanam diantara kebusukan sang kardus.

Jam dinding yang sudah setahun ini tak sampai pada angka enam hanya diam saja, seperti aku dan teman-temanku yang membiarkan kebusukan kardus-kardus ini, 1 x 24 jam terlewat di ruang 3 x 3 meter bersama dengan kebusukan kardus-kardus ini, namun yang aku suka dari semua kebusukan ini adalah keindahan yang selalu menyapa. perbedaan yang kadang membuat dongkol satu sama lain, senyum dan tawa yang datang kapanpun atau diam yang tak aku inginkan saat aku ingin sekali bicara. Di ruag kardus busuk inilah aku mulai merangkak menuju hidupku yang sesungguhnya, hidup di antara kebusukan yang kini tercium oleh semua orang namun tak mampu menghilangkannya.

                         *****

Banyak hal yang kami bicarakan biarpun diantara kebusukan si kardus, membicarakan kisah cinta diantara kami yang selalu gagal, ada yang bertepuk sebelah tangan, ada yang hanya mengagumi ada juga yang hanya sekedar untuk di tinggalkan dan sakit hati :) 

"Mencintai itu gak harus memiliki, yang kita butuhkan cukup mengagumi dan membuatnya tersenyum, entah itu tersenyum suka atau tersenyum mempermalukan kita, intinya dia tersenyum aja " ungkapan salah satu sahabatku.

ada juga yang berkata 
" kalau cinta itu jangan sampai dia tau, kalau kita suka sama dia. cukup mengagumi untuk kesenangan hati kita saja, toh kalau kita suka dan cinta emang dia mau di ajak nikah atau dia mau nikah sama kita ? yah kagum aja siapa tau Tuhan melihat kekaguman kita dan kasihan hehehehehe "

nah kalau temanku yang satu ini beda lagi

" kalian gak bakalan tau , karna yang ngejalanin aku dan yang bahagia juga aku, " itu sie kata kata sebelum dia putus sie 

nah akalau aku sendiri 

"biar dia pacarku aku gak minta lebih dari dia, cuma minta senyum aja akalu ketemu di jalan, atau hubungan lewat sms cukup kok, kalau lebih bisa ?"

nah itulah pendapat sahabat kardus busuk kalau ngomongin masalah mahluk Tuhan yang satu ini, mahluk Tuhan yang selalu di jadikan Objek entah itu seni, dari mulai lagu sampai lukisan atau objek ekonomi. yang sebenarnya mereka di ciptakan juga bukan hanya sebagai objek saja , melainkan sebagai Ibu dari anaknya termasuk kita .
Jangan mencari sesuatu yang bukan hak kita, kalau kamu belum paham tanyakan saja pada kardus busuk di sekelilimu.

3 komentar: