#SUBK : Bidadari Dunia Maya


Semua orang punya bidadarinya masing-masing, semua orang punay sayapnya masing-masing untuk membuatnya bisa terbang jauh dan menjauh dari kepenatan ini, semua orang punya cerita di balik bidadarinya di dunia maya atau dunia khayal.

Sepekan berlalu dengan tanpa senyuman sama sekali, hidup terasa hanya seperti ini saja, dunia ini memang berputar tapi itu bukan buat aku yang selalu saja diam tanpa ada putaran yang berarti, tanpa ada sesuatu yang bisa aku tangisi atau aku senyumi, kadang aku merasa dunia ini hanya seperti angin yang melintas tanpa batas dan tanpa terjangkau oleh mata kita.

Sebenarnya aku bingung dengan keadaanku sendiri, bisa mengatakan sesuatu yang indah itu hanya di dunia mayaku saja, bisa memberikan keindahan hanya di dunia separuh jiwa saja. keindahan dunia nyata tak aku temukan hanya berputar dan meninggalkanku di balik kaca yang begitu terang.

Bidadari bidadari semuanya terbang begitu saja, semua meninggalkan kenangan yang terbawa putaran dunia. bahkan aku sendiri tak bisa bicara dengan bidadariku sendiri, tak bisa menyapa dengan tenang, menanti sebuah kenangan dari coretan saja, menanti bahasa dari tombol hitam saja, dan menanti layar ini bicara tanpa ada nyata di sisi sayapnya.

aku seperti bidadari yang kehilangan setengah dari sayapnya, aku seperti debu yang terbang tanpa tau arah kemana.....hanya bisa mengikuti angin yang bertiup dan selalu pindah dari suasana yang satu ke suasana yang lain dari tempat yang satu ketempat yang lain dari satu hati ke hati yang lain.




2 komentar:

  1. kehilangan setengah sayap itu layak disyukuri sobat,,karena masih ada yang hilang semua sayapnya...keindahan itu bukanlah membandingkan apa yang kita miliki dengan milik orang lain, melainkan keindahan itu adalah mengsyukuri apa yang bisa kita miliki.....keep happy blogging always..salam dari Makassar :-)

    BalasHapus
  2. sip mas ... kebanyakan di dunia maya jadi kayak kehilangan dunia nyata

    BalasHapus