Harapan Besar Masyarakat pecinta sepak bola Indonesia

"Gak perlu Indonesia ini kaya, cukup Masuk piala Dunia saja Rakyat sudah bahagia " ungkapan dalam salah satu film bertemakan sepakbola nasional yang judulnya kalau gak salah " Indonesia Pasti Menang" , sebuah perkataan yang menurut saya memang mencerminkan kejujuran bangsa ini. terutama buat orang-orang seperti saya yang gila Bola. tapi sayangnya perkembangan sepak bola di negri ini sering tercoreng oleh oknum seporter yang kurang dewasa dan oleh banyak orang-orang di dalamnya sendiri.



Mesti banyak orang kaya di dunia ini, namun kebahagiaan bukan soal uang yang dia miliki walaupun dengan uang bisa memiliki segala bentuk benda yang di idamkan tapi, bukan hati dan perasaan serta senyuman canda tawa yang sampai kapanpun orang takkan bisa membelinya. Aku mencintai sepak bola dari aku masih kecil bahkan pernah bercita-cita menjadi pemain bola, namun apa daya takdir berkata berbeda dan sekarang aku adalah salah satu penikmat sepakbola dalam maupun luar negri. sedikit ingin aku paparkan kekecewaanku kepada sepakbola dalam Negri selain kalau nonton penuh dengan rasa takut karna sewaktu-waktu batu bisa bersarang di kepala, juga karna pernah aku mencintai dan benar-benar mencintai sebuah klub sepakbola yang pernah merajai Indonesia akhirnya sempat buabar karna dana yang tak cukup akibat di hapuskannya APBD. "wah cintanya hilang" pikirku dalam hati. apa yang akan jadi kebanggan kalau klub bola yang kita cinta saja dengan mudahnya bubar.

setiap ada Timnas main entah itu senior ataupun U berapa aja aku selalu rajin mendukung walaupun hanya lewat televisi saja, karna memang jauh kalau mau nonton langsung dan biaya yang aku sendiri belum mampu untuk bisa menyaksikannya secara langsung.

kini  ramai lagi sepak bola Indonesia dengan kemunculannya timnas U19 yang beberapa waktu lalu menjuarai AFF, setelah Timnas senior gagal meraihnya beberapa tahun silam, bagi kami kalangan santri yang berdomisili di pondok pesantren pastinya, rela menonton di sebuah warung yang isinya mungkin hanya muat sekitar 30 orang itupun harus berdesak desakan bahkan sampai mengintip di jendela ada yang menonton bergantian mengintip juga, itu semua karna harapan kami yang begitu besar untuk sepakbola Indonesia dan kami bahagia dengan cara seperti ini. " walaupun setelah nonton kami harus di gundul karna meninggalkan ngaji" itu kata salah seorang teman kecil yang sampai berani bolos karna cintanya pada Timnas yang menjadi harga diri mereka.

tak pernah terbayang apabila Indonesia bisa masuk piala dunia, mungkin banyak orang memilih tidak makan 3 hari demi menonton timnas di piala dunia. dan pastinya banyak di penjuru Indonesia  berterikan
 " Garuda di dadaku,
Garuda kebanggaanku,
kuyakin hari ini pasti menang " mungkin itu akan terdengar ramai di seluruh pelosok negri ini walaupun tak bisa menyaksikan langsung di stadion.

yang pasti harapan itu selalu terbuka buat siapa saja yang berusaha dan berdoa dan aku yakin kalau kepengurusan sepak bola indonesia sudah membaik maka tak luput pesepak bolaan Indonesia pasti sampai ke piala dunia. walaupun entah kapan tahunnya ?,
dan peran kita sebagai masyarakat penikmat bola sangat penting, kita jangan mengedepankan ego kita untuk memaksakan tim kita menang.
kalah adalah sebuah proses, gak ada permainan yang  terus menerus tanpa ada kekalahan, kita harus belajar untuk bisa menerima kekalahan sebagai pelajaran agar lebih baik, bukan "klub kalah yang penting seporter menang" semua yang ada di depan kita, kita lemparkan kelapangan. mari berfikir lebih maju untuk kemajuan sepakbola kita.

1 komentar: