Kalibeber Yang semakin Ramai di Bulan Puasa

Inilah wajah kalibeber, Wonosobo pada saat jam buka puasa akan mampir di permukaan desa yang penuh dengan santri ini, desa satu-satunya yang komplit dari TK sampai KAMPUS banyak juga pesantren yang berdiri di atas tanahnya. itulah yang menyebabkan kampung ini adalah markas para santri dan pelajar.

tak terasa juga saya sudah tinggal lama dan merasakan sepertinya kampung ini adalah bagian hidup saya, bagaimana tidak saya bisa berfikir disini karna memang sebelumnya saya di rumah masih sebagai anak-anak dan sekarang kayaknya udah bisa bikin anak hehehehe... tujuh tahun berlalu bukan waktu yang singkat untuk saya hidup disini dan menenal berbagaimacam adat dan bahasa, dari "Kamu" kalau disini jadi "deke" dari rasa gak percaya yang biasa di ucapkan dengan kalimat "nggere" itu adalah hal yang asing waktu pertama datang dan sekarang.....? itu adalah bahasa saya setiap hari.



Image from : Maulana Saif.. sore hari menjelang buka puasa keramaian di terminal angkot kalibeber wonosobo
Banyak hal yang bisa pelajari dari ramainya kampung ini dan dari perkembangan yang kini menjadi pesat, kalau dulu awal datang kemari saya berjalan dengan santainya sekarang pada saat Romadhon seperti ini harus lebih lambat, ibaratnya Jakarta sesaat kali ya ?...

Kalibeber juga merupakan kampung yang wajah aslinya akan terlihat saat hari raya Idul Fitri tiba, terasa sangat sepi karna pelajar, mahasiswa dan santri yang ada di dalamnya kembali ke rumah masing-masing, kecuali saya untuk beberapa tahun lalu  cukup meneteskan airmata mendengarkan takbir aja * eh malah jadi curhat.

Keberkahan di bulan puasa ini dirasakan cukup terasa untuk para pedagang terutama makanan pastinya karna memang disini basisnya adalah pelajar yang uang sakunya pas-pasan jadi kalau jualan makanan murah dan enak laku keras.. itu sudah terbukti dan gak usah di survei hehehe..

Intinya selamat berpuasa aja bagi yang menjalankannya dan jangan gadaikan iman kita hanya dengan sepiring nasi dengan lauk tempe harga 2000 ya hehe

ADVENTURE & STORY



2 komentar:

  1. sama dengan Bandung,, jika bulan puasa wiiih ramenyaaaa .. btw nama kita sama yah :D

    BalasHapus