Surat Untuk Kab. Batang

Air adalah sumber kehidupan, air juga merupakan gambaran kebahagiaan rakyat pada suatu Negara, namun apa yang terjadi di desa Kemiri Timur tepatnya di dusun Bulu kec. Subah, Kab. Batang, Jawa Tengah. Desa yang merupakan kampung kelahiranku walaupun statusku tak ber KTP orang sana. namun apa bolah di kata dimana kita di lahirkan disitulah darah mengalir.

Usiaku sekarang sudah genap 23 tahun, usia yang tidak bisa di bilang anak-anak lagi, dan selama usiaku itu pula masyarakat masih susah dalam mendapatkan air bersih sampai di rumah.. "kalau mau sampai di rumah ya bayar " itulah salah satu ungkapan budeku yang bertahun-tahun mengeluhkan betapa susahnya air.

Memang bukannya tak ada air, air itu di desa kami ada namun kami harus menjangkaunya di sungai. Kalau buat orang-orang di kota sana Tian rasa hatinya berkata " wah itumah adanya di Film Kolosal " tapi sumpah ini nyata apa adanya. bahkan budeku bilang siapapun presidenya siapapun pejabatnya sama saja sumur bor yang di eluh-eluhkan warga selalu saja terseret kasus, entah itu pembuatnya kabur atau apalah seakan iuran cuma jadi pembodohan orang-orang bodoh saja.
untuk mendapatkan air kami harus beli Rp.1000 / Jrigen
Rp. 1000 adalah angka dari harga yang harus kami bayarkan ketika kami tak  mau pergi jauh kesungai, sudah beberapa tahun belakangan ini aku sering berkunjung ketempat saudara-saudaraku yang ada disana dan mereka bilang " ngko nek koe rene banyune wes gampang, kie saiki lagi bor " tutur budeku yang sudah semakin menua.. yang arti dari kata tersebut adalah nanti kalau kamu kesini lagi pastiairnya sudah gampang karna sumur sedang dalam pengeboran.

itu adalah ungkapan beberpaa tahun lalu dan bahkan aku sampai gerang ketika minggu lalu aku sempat mempir disana,  " Gila sumur neraka kali yang bisa sampai rumah " ujarku dalam hati ..



Kendi Peninggalan masa lalu yang mulai mengering

Apa yang kalian bayangkan jika di tempat kalian seperti ini ?
 Apakah kalian bisa membayangkan ketika kebahagiaan beberapa tahun lalu tentang apa yang dirasakan oleh masyarakat sekitar, senang bukan main karna memang terdengar suara sumur bor yang di buat akan segera sampai kewarga dan buktinya, budeku masih harus menunggu sampai kubur mungkin untuk mengisi bak yang sudah kering bertahun-tahun.


0 komentar: