“Hai” Desember Menyapaku


Hai desember banyak hal yang terlewatkan dan belum aku ceritakan dalam beberapa kurun waktu ini, dari mulai rintik hujan yang mulai menetes kebumi sampai dengan kisah baru yang aku terima. Hai desember aku mencari jalan dimana jalan yang aku lewati ini mungkin pilihan yang benar atau bisa juga salah.  yah tergantung takdir Tuhan saja nanti, yang pasti akan aku tunggu episode dari perjalanan ini.

Sepertinya hujan yang rintik kini mulai deras di bulan Desember, ada banyak yang berubah ada banyak yang terlewatkan dan ada banyak pula yang menantikan kekosongan menjadi isi yang bahkan penuh dengan kisah.

“ hai .....“ desember ternyata menyapaku dengan sedikit rayuan dan senyuman yang kalau aku lihat itu adalah tatapan kosong.

Masih saja aku ragu menatap langkah yang sebenarnya bisa aku selesaikan, mungkin ini kebodohanku ataukah ini hanya sekedar perjalanan yang harus aku lewatkan begitu saja. Dari matahari terbit sampai tenggelam beraganti dengan bulan aku masih saja duduk di tepian sungai yang mengalir makin deras dan gemerciknya yang tak berirama lagi.

Tentusaja aku basah dalam perjalanan ini, namun desember tak memberikanku sedikitpun rasa hangat malah mengguyurku dengan hujan yang deras. Tapi, terimakasih desember karna telah menyapaku dengan warna yang berbeda dan aku yakin ini adalah awal dari warna yang akan aku lalui.


“hai “ desember kembali menyapaku di keheningan malam, desember kembali lagi menyapaku saat bulan benar-benar bersembunyi, entah karna takut atau karna bulan sedang kedinginan namun yang pasti desember ini aku masih sendiri.

Desember Kumasih sendiri lagu yang aku buat di bulan Desember


0 komentar: