Cerita Pencarian Pendaki Hilang di Sindoro Hari ke 10


Base camp

Hilangnya Pendaki di sindoro sejak 3 april 2015 lalu dan masih belum di temukan hingga hari ke - 10 membuat banyak kalangan akhirnya ikut terjun dari yang pendaki atau tim SAR dari berbagai daerah sudah di kerahkan dalam beberapa hari sebelumnya hingga hari ini. tak luput setelah salah satu teman saya bercerita kepada teman di PPTQ AL-Asyariyyah akhirnya ada keinginan untuk bisa mendai bukan untuk bersenang-senang namun untuk berusaha siapa tahu dengan ini jalannya. dan dengan usaha ini bisa di temukan.

Tepat pagi hari sekitar pukul tujuh saya di bangunkan karna banyaknya panggilan tak terjawab dari teman saya, dan setelah bangun ternyata eh ternyata mengajak saya untuk menemani teman saya yang kebetulan juga di ajak oleh orang pintar ( bisa di sebut begitu ), dan saya langsung menjawab iya.

Sampai di Base camp Sindoro

tanpa persiapan apapun kami berangkat di tengah perjalanan aku berdiskusi dengan temanku untuk mencari logostik dan persiapan dum dan lain-lain. yah karna kita tau sendiri memang cuaca sedang musim hujan dan yang bisa jadi bahan bercandaan ke tiga dari teman saya ( yang bisa di bilang orang pintar ) kalau kami tidak mau mengantar cukup minta alamat saja mau kesana sendiri ( dalam candaan kami setelah itu " memang pergi kegunung kayak mau kondangan saja " ) maklum mereka bukan orang yang suka naik gunung tapi mencoba berkomunikasi siapa tau ini adalah jalannya.

Sesampainya di Base Camp kami di sambut oleh pak carik dan beberapa teman penunggu Base Camp yang memang sudah berkomunikasi sejak pagi tadi, berbagai perbincangan kecil kami obrolkan tepatnya ( teman saya dan saya dengan satu teman saya kurang paham dengan hal serupa cukup mendengarkan saja ). 
bahkan di luar sana banyak yang melihat kami secara aneh ( maklum hanya menggunakan sandal jepit ada yang pake celana coklat guru ada pula yang hanya dengan sepatu futsal kecuali saya dan salah satu teman saya yang sedikit terlihat pakai pakaian gunung * tapi cuma sedikit hehe ) maklum disekitar adalah tim yang sudah tak diragukan lagi pengalamannya.

Namun ada hal lain yang mungkin jadi ganjalan dalam pencarian, karna sudah sepuluh hari sindoro telah di sisir disegala penjuru dan belum ada hasil berbagai cara telah di upayakan dari orang pintarpun sampai anak yang memiliki indra ke-6 pun di datangkan itu kata mas Danang warga yang mengantar kami.

View dari pas 3

Tim tanpa Nama

Di temani oleh Mas Danang dan Pak carik akhirnya perjalanan di mulai setelah hujan reda sekitar pukul 14.00 WIB, dan dalam perjalanan hujan terus mengguyur hingga kami tiba di pos 3 dan membuat tenda di sana. ada banyak hal mistis yang saya tak paham ungkap teman saya namun Mujahadah akan di laksanakan di watu tatah, dan karna itu kami harus berjalan setelah magrib.

Perjanan kami mulai setelah magrib hanya meninggalkan pak Carik yang masih bertahan di pos tiga guna jaga-jaga karna pos 3 hari itu banyak babinya dan kadang menerobos tenda, begitulah yang terjadi dimalam sebelumnya pada tim SAR yang Tas dan tendanya jebol karna di serang BABI. * Peringatan hati-hati di pos 3 karna banyak babi.

Percakapan Ringan dengan tim Sar setempat setelah turun
Dari Pos tiga sampai ke Watu tatah perjalanan sekitar 2 jam dengan kondisi jalan licn dan terjal, tepat sampai di batu tatah sekitar pukul 20.30 WIB dan mujahadah di mulai pada jam 21.00 -  21.30 WIB dan ada banyak yang di bicarakan di alam sana ( lagi-lagi saya tidak tau tapi saya percaya dengan hal semacam itu ) dan apakah ada hasil atau tidaknya tunggu kelanjutannya saja. semoga dengan usaha ini bisa di temukan dalam kondisi selamat.. Amin, 

5 komentar: