Dari Gunung Turun Ke Selokan

Memang benar bahagia itu sederhana, gak harus punya uang banyak dan dengan fasilitas yang mewah. Walaupun pada kenyataannya bahagia itu yang mendorong adalah uang sih...
Berhubung gunung sekarang sedang ramai dan rasanya jadi hal yang sudah mainstream, dengan kata lain saat ini gunung seakan menjadi hal yang wajib di “taklukkan” kata mereka yang dari kalangan mahasiswa rasanya belum mahasiswa kalau belum naik gunung. Ah sungguh memilukan sekali semula kita naik gunung dengan nyaman eh sekarang kita harus ngantri mengalahkan saat mau nonton konser yang berbayar.

Memang tak ada yang salah, toh itu hak dari semua manusia, naik gunung bukan hanya untuk batasan orang saja tapi asalkan tau saja niatan kita naik dan ego akan mempengaruhi kedepannya dari sampah sampai kalau dari segi Rligius mungkin “ Murka Tuhan “ yah gak usah di jelasin mungkin kalian sudah pahamlah.


Makanya kali ini aku jadi berubah mencari susana baru, kalau sebelumnya hanya gunung, gunung, dan gunung. Tapi... kali ini aku akan pergi memancing, udah lebih sederhana dengan biaya yang sederhana dan bahagia itu memang sesederhana saat umpan di makan ikan, rasanya aduh..... sampai di hati deg, deg, deg kena gak ya ?..

Ini dia penampakannya waktu mancing mania...








2 komentar:

  1. Setuju, bahagia gak mesti harus punya banyak uang. Bahagia kita yang menciptakan. Asal selalu mensyukuri sekecil apapun nikmat yang datang.

    Salam kenal bang :)

    Jika bersedia mampir juga ke Blogku ya
    lajurpejalan.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal balik, Ini baru mampir di Blognya mas...
      Wah perjalanannya buat ngiri :)

      Hapus