Bergendaal Coffie Sebuah Cerita dari Kompas TV


Beberapa tahun silam saya pernah melihat acara di Kompas TV, “ Coffee Story “ nama Programnya, walaupun sekarang saya tak lagi menjumpai acara yang keren tentang kopi itu, namun setidaknya masih ada sebuah kenangan yang membekas dan mejadi sebuah kenyataan.


Beberapa waktu lalu saya dan seorang teman menyempatkan diri mampir di Bergendaal Coffie, sebuah cita-cita semasa saya masih berada di Pulau Jawa, dalam hati saya ingin sekali berkunjung ke Café yang katanya merupakan salah satu café tertua di dataran tinggi Gayo itu.



Bergendaal Coffie beralamatkan di Jl. Raya Takengon – Bireun, No. 55, Simpang Tritit,  Kabupaten Bener Meriah. Sebuah kabupaten yang berbatasan langsung dengan kabupaten Aceh Tengah. Dimana saya tinggal dan meniti hidup dengan bertani kopi. Jika di tempuh perjalanan sekitar 2 setengah jam dari kampung halaman sayang berada di kabupaten Aceh Tengah. 



 Menu yang disajikan juga beragam, tempat yang rapi dan indah, serta ada camilan berupa Roti dan sejenisnya yang cocok di sajikan dengan kopi, bergendal coffie juga menyediakan pernak pernik untuk oleh-oleh. Kopi yang di jual juga bisa di bilang cocok dengan kantong tak ada kopi dengan harga selangit yang pernah saya jumpai di kota-kota besar, walaupun cara penyajian oleh sang barista juga agaknya tak jauh berbeda,




Walaupun bergendaal coffie tak berada di tengah kota, namun jangan remehkan nama besar yang sudah melegenda, nama besar tak akan tergantikan dengan apapun, mau di tempatkan dimanapun tetap saja memiliki nama besar. Kira-kira begitulah bergendaal coffie, penuh kenikmatan dan kenyamanan juga story di dalamnya.

Mari ngopi karna hidup harus ada manis, pahit dan ada kadar asam di dalamnya, agar hidup tak hambar dan membosankan.

Nb : Jangan lupa follow Instagram : @bolanggayo

2 komentar: