Akhirnya sampai juga di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh




Jika ada sebuah tempat yang harus Anda kunjungi saat bertandang ke Banda Aceh, itu adalah Masjid Raya Baiturrahman. Inilah situs bersejarah yang telah ada sejak era kejayaan Kesultanan Aceh dan bertahan hingga saat ini. Masjid ini telah melalui berbagai hal, mulai dari tragedi pembakaran oleh kolonial Belanda tahun 1873 hingga hantaman tsunami di akhir 2004. ( indonesiakaya.com )



Setelah melalui proses pengerjaaan renovasi sejak 2015, kini Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh telah diresmikan. Perubahan pada bangunan masjid di antaranya adalah berdirinya 12 unit payung elektrik, lantai marmer, tempat wudhu, lokasi parkir bawah tanah, hiasan lampu, serta kehadiran tiga puluh lebih pohon kurma. Perombakan ini sendiri diharapkan menjadikan Masjid Raya Baiturrahman tak sebatas sebagai tempat ibadah, tapi juga pusat kajian Islam di Aceh dan Indonesia. ( tribunnews.com ).

Dan untuk pertama kalinya pula saya bisa sampai disana, serta menampakan kaki di kota Banda Aceh, kota yang penuh sejarah tentang kerajaan Islam, serta kota yang pernah di lalah luntuhkan oleh ombak Tsunami pada saat saya masih duduk di baku sekolah menangah pertama ( smp ) *ah jadi ingat umur hehe.



Agenda rutin tahunanlah yang membuat saya bisa sampai di kota Banda Aceh, ya agenda rutin Ziarah sebelum memasuki bulan puasa yang di lakukan oleh kampung saya.

Sedari kecil sudah terbesit ingin sekali sampai di kota Banda Aceh, namun memang waktu menuntut saya untuk meninggalkan tanah Gayo, yang masih merupakan kab. Aceh tengah , Aceh pula. namun baru di tahun 2017lah sepulang merantau panjang baru saya bisa sampai di Banda Aceh yang merupakan kota dari provinsi saya tinggal pula.



jadi kira-kira sahabat  Travel, kapan ini bisa ngisi Instagram dengan foto Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh ?.. sholat didalamnya ( bagi yang muslim ) dan minum kopi di kotanya ?

6 komentar:

  1. Alhamdulillah sudah pernah ke masjid ini, bahkan sampai naik2 di menara masjidnya. Hehehe..

    Dan selalu kangen dengan kopi solong aceh yg mantap jiwa ituu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulisah Mantap Jiwa Juga, tinggal Ngopi kopi Gayo di Gayo yang belum pasti ? hehehe

      Hapus
  2. ah megahnya mesjid ini, akpan aku bisa ke sana ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. kapan, kapannya semoga yang di kapankan bisa tercapai, amin

      Hapus
  3. Bang... Koreksi sedikit boleh? Klo dibilang sejak jaman kesultanan, maka bentuknya beda. Tpi lokasinya sama. Soalnya itu masjid kan di bakar sampai tak bersisa sama kafee belanda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oklah bang, makasih koreksinya.. maklum juga bang, itu juga kutipan dari media juga bang :)

      Hapus