Merah Jernang Desa 1880 MDPL


Bicara tentang desa yang satu ini sudah pasti saya hafal benar, karna memang alamat yang berada di KTP saya juga bertuliskan desa merah Jernang. Desa yang di buka pada masa akhir orde Baru ini, mayoritas adalah pendatang Transmigrasi tepatnya di tahun 1997.


Sebuah desa baru pecahan dari desa Tanoh Abu, kecamatan Atulintang, kabupaten Aceh Tengah, merupakan desa yang berada pada ketinggian 1880 meter di atas permukaan laut / MDPL ( jika tak salah hitung ), coba bayangkan desa yang berada di ketinggian seperti itu, sudah pasti dingin dan selalu tertutup oleh kabut, terutama di pagi hari.


Entah benar tau tidak, bisa jadi desa merah jernang adalah desa dengan tumbuhan kopi Gayo dengan lokasi tertinggi. Desa yang mayoritas di isi oleh petani kopi, walaupun sebagian mulai sambil menanam tanaman muda semacam kentang, cabai dan sayur mayur lainnya.

Soal keindahan, sudah dataran tinggi Gayo sebelah mana yang tak Indah buat selfi dan Instragam eble ? apalagi desa Merah Jernang yang ketinggiannya sampai 1880, sudah pasti sangatlah indah dan tiada duanya, mungkin jika posisinya berada di pulau jawa, semisal berada di kabupaten Wonosobo yang gencar dengan membangun bukit-bukit untuk area Wisata, bisa jadi desa Merah Jernang adalah sasaran termanis untuk di buat tempat pariwisata.


Namuan di balik kelebihan pastilah ada sebuah kekurangan, dan saya tak bisa menayalahkan semuanya hanya dengan kacamata pengamatan abal-abal saya, karna oh karna semuanya itu tak mudah, seperti saya misalnya yang tak bisa berbuat banyak hanya bisa mengenalkan beberapa titik terindah di dataran Tinggi Gayo hanya dengan sebuah Tulisan dan semoga ada manfaatnya. Untuk masalah pembangunan kita serahkan kepercayaan pada yang berwenang saja, bagaimana baik buruknya dengan pertimbangan yang ada.



 Pun begitu kampung Merah Jernang yang potensial dari segi keindahan bagi para pelancong, ya terutama dataran Tinggi Gayo pastinya. Semua sudah ada jalurnya masing-masing, saya bagian menulis dan memberi masukan dan yang lainnya memberikan pertimbangan baik buruknya tentang pembangunan sebuah pariwisata. Begitulah hidup selalu ada kelebihan dan kekurangan pastinya.



3 komentar:

  1. salam kenal mas ... saya gus bolang ... hehehehe kita keluarga bolang ya ,mas ... hatur nuwun tak tunnguh rawuhnya di Bondowoso mas :-)

    salam hormat Gus bolang

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga mas, semoga suatu saat bisa ngopi bareng :)

      Hapus
  2. iya mas semoga bisa ketemu dan bisa tukeran kopii , kopi Bondowoso dan Gayo

    BalasHapus