Ngopi Lagi di SImpang Air Asin



 Beberapa waktu lalu saya pernah menuliskan tentang ngopi di pertigaan air asin, pertiagaan yang membuat saya dan teman-teman selalu rindu dengan suasana nyamannya,2 suasana yang di bungkus dengan kabut dan di kelilingi oleh pohon pinus.

Tak ada yang begitu istimewa sebenarnya dari kopi disana, malah jika di bandingkan kopi racikan sendiri di rumah jelas beda rasa beda harga pula, namun kopi bukan hanya tentang rasa saja, ada suasana yang tak bisa di banding - bandingkan hanya dengan rasa kopi saja, terlebih dengan adanya camilan tape, Iya tape ubi yang rasanya asam itu. Setidaknya tape menambah kenikmatan dan menjadi ciri khas ngopi di simpang air asin itu, walaupun hanya kopi hitam biasa atau hanya sekedar top kopi yang di bintangi oleh om Iwan Fals nan terkenal dan legend itu, sungguh nikmat dan nyamannya tak tertolak oleh suasana.



Simpang air asin sebenarnya hanya ada beberapa rumah ( kedai ) sebelum sampai isaq pusat kecamatan linge bila arah dari kota Takengon Aceh Tengah, namun aura untuk menginjak-kan rem serasa wajib hukumnya dan pastinya meminta di buatkan kopi nan murah meriah namun nikmat rasanya itu serasa tak boleh di tinggalkan oleh siapa saja yang berhenti disana.

Apalagi saat hujan atau gerimis rintik-rintik nan romantis, sungguh aura yang pas dan tepat untuk bisa berbagi cerita, yah walaupun hanya dengan teman-teman saja sudah bisa merasakan betapa nikmatnya ngobrol sambil ngopi plus melihat pemandangan yang indah di sekeliling, apalagi bila bersama kekasih bahkan keluarga sungguh " Nikmat mana lagi yang kau dustakan ? " .



Mungkin cerita saya ini agak sedikit berlebihan atau bisa jadi anda yang membaca ini akan bilang " ah lebay ini orang " cobalah datang kesimpang air asin, mintalah segelas kopi dan satu hal lagi yang wajib anda bawa adalah teman atau pasangan atau keluarga yang asik di ajak cerita. Niscaya anda akan berkata " karna cerita dan ngopi asik di simpang air asin itu adalah hak segala bangsa " .

" dengan teman-teman saja aku bahagia, apalagi bersamamu dek, haduh... "

Sekian dan terimakasih.


Sekian dan terimakasih.

0 komentar: