Nasi Gurih


Nasi Gurih ( krupuk saya tambah sendiri )


10.000 ribu harganya, itulah hal yang selalu paling melekat di benak para penikmat sarapan ala pengunjung/penjaga sanak saudara yang kebetulan di beri cobaan berupa sakit di rumah sakit Datu Beru, Takegon, Aceh Tengah. Nasi Gurih namanya. Bukan hanya penjenguk atau pengunjung Rs.Datu beru saja, beberapa mahasiswa dan kaum buruh kota yang saya kenal juga bercerita, bahwa nasi gurih adalah menu yang mantap, enak dan ramah kantong pastinya.

Berlokasikan di depan pintu masuk Rs. DATU BERU, biasanya waktu berjualan hanya di pagi hari saja, sedangkan untuk siang, sore dan malam yang di jajakan sama halnya dengan warung makan lainnya. Beberapa pedagang juga sering kali masuk kerumah sakit secara ilegal ( menggendong barang dagadangan ) , kenapa saya bilang ilegal ?, karna seringkali saya mendengar pengumuman bahwa tak boleh ada yang berdagang di lingkungan RS. Entah itu pegawai, pengunjung, atau siapapun. Begitu kira-kira yang sering saya dengar ketika berkunjung untuk menjenguk saudara/tetangga yang sedang sakit.

Namun, kedatangan para pedagang nasi gurih memberikan kemudahan tersendiri bagi pengunjung/penjenguk di rumah sakit, karna dengan datangnya mereka maka, jelas lebih simple dan praktis untuk mendapatkan Nasi Gurih yang selalu saya rindukan kenikmatannya itu. Kau boleh saja beli makanan semahal harga supra X, tapi urusan lidah dan kenikmatan seseorang jelas saja akan selalu berbeda tarafnya.

Takengon ( Aceh Tengah ) memang merupakan salah satu kabupaten di Aceh, pun kita semua tau bahwa Aceh adalah provinsi paling barat di Indonesia, jelas jauh dari jawa dan hiruk pikuknya Ibukota jakarta sebagai pusat Ekonomi Negri ini, namun untuk urusan harga makanan pokok, warung makan, dan semua yang mengenyangkan jelas tak lebih mahal dari Ibu Kota yang riuh dengan macet itu. Kalian akan kesulitan menemukan Nasi + kacang + buncis + sambal rendang ( atau apalah itu yang aromanya nikmat sekali ) + sepotong ayam yang bernamakan Nasi Gurih dengan harga ramah saku di Ibu dari Ibunya Kota.

Nasi Gurih depan RS. Datu Beru, bisa di pesan dengan piring atau di bungkus, namun saya lebih suka dengan di bungkus, karna menurut pengamatan lidah amatir saya, ketika Nasi Gurih di bungkus maka, rasa yang menempel dilidah akan lebih mengena, terlepas dari tak bisa duduk santai sembari ngopi pastinya.

Nasi Gurih memang Gurih, jujur sejujur namanya. Jadi jika suatu saat kamu datang ke-kota dingin Takengon, kota dengan keindahan dataran tingginya, kota yang memukau dengan danau Lut Tawarnya, Kota yang sering saya pamerkan pada teman-teman sekaloh di jawa sana bahwa " jika kau mencari surganya kopi, jangan cari di tempat lain, karna kota inilah surganya " , Maka sempatkanlah untuk mencoba Nasi Gurih yang murah dan punya rasa Magis tersendiri. Tak percaya, tak apa.. coba saja.

3 komentar:

  1. Kalau boleh tahu harga seporsi nasi gurih ini berapa ya? Trims.

    BalasHapus
  2. nasi gurihnya gak pake micin kan? hehehe.
    memang paling enak kalau ke daerah menikmati kuliner lokal seperti ini ya

    BalasHapus
  3. Ini di Banda Acehnya ada gak ya? Dulu ke Aceh tapi gak nemu nasi gurih ini :D

    -Traveler Paruh Waktu

    BalasHapus